Saya dan Stoke

Posted by Abonk on Wed, 02/25/2015 - 14:05

Beberapa hari di Rumah Sakit Stroke Nasional Bukuttinggi membuat saya menyadari banyak hal, mulai dari kesadaran pribadi akan bahaya perut, juga menyadari fenomena sosial, jadi memperhatikan tingkah polah orang - orang.

Kesadaran pribadi akan pentingnya kesehatan dan menjaganya, stroke ternyata masih menjadi primadona banyak tempat (selain batu akik), RSSN Bukittinggi ini selalu penuh pengunjung, kamar yang mengantri, ruang tunggu yang padat, diruangan Papa dirawat - High Care Stroke Unit - Berkapasitas terbatas, selalu full oleh pasien dengan level kesadaran dibawah 10, manusia normal dan sehat tingkat kesadarannya adalah 15, pada tingkat kesadaran yang rendah ini pasien menyadari dia dikunjungi, dirawat, tetapi tidak dapat memberikan respon ( itu kata dokter disini ), ruang tunggu darurat (karena saya lihat hanya teras yang di rombak jadi kamar komunal) selalu penuh penunggu pasien (saya salah satunya). Dengan kondisi seperti ini setiap mau makan teringat kadar kolesterol, namun herannya itu tidak mengurangi napsu makan saya hehe.

Perut (seperti disebutkan dalam hadist Rasulullah) adalah pangkal segala penyakit, makanan yang kita makan dapat menyebabkan sakit secara fisik dan sakit secara mental, maka menjaga makan kita dan orang - orang disekitar kita haruslah sesuai dengan kaidah Halal dan Toyyib (halal dan baik), makan gulai gajeboh dari uang hasil keringat sendiri itu halal, tapi bagi penderita kolesterol tinggi dan darah tinggi itu tidak baik (toyyib), makan sayuran berserat tinggi itu baik (toyyib) tapi dibeli dengan uang hasil korup itu tidak halal. Jadi sebenarnya konsep hidup sehat ala Rasul itu sederhana yah... :D

Beberapa saat bergaul dengan orang - orang dengan kasus hampir sama (stroke, karna ini memang rumah sakit stroke) membuat ikatan sosial makin tinggi, sebagai penyakit dengan tingkat kematian tinggi membuat saya melihat beberapa kematian hampir setiap hari, kami berempati bersama, karena bisa jadi esok adalah giliran keluarga kami yang wafat :'( namun dari perbincangan singkat menjelang tidur para ibu, rata - rata mereka sangat berharap keluarganya berumur panjang, semoga doa - doa mereka dan saya dikabulkan, melihat papa kembali sehat dan bermain dengan cucunya merupakan kebahagiaan tersendiri.

Hari ini adalah hari ke-6 Papa koma, semoga beliau segera pulih, dan kembali bisa nonton tinju. Get Well Soon Papa.. :)

Kategory: