Andai Jaman Kemerdekaan Ada Facebook...

Posted by Abonk on Sat, 07/12/2014 - 06:33

Tulisan ini adalah refleksi kesedihan saya terhadap banyak komentar tidak simpatik pada konflik Palestina, komentar - komentar yang membuat tensi saya agak naik, saya bisa tahan terhadap cemoohan pendukung capres satu dan dua, tapi tidak cukup kuat untuk tidak mempedulikan komentar terhadap Palestina. Dalam kesedihan saya coba berandai - andai :

Andai pada saat Pertempuran Surabaya (contohnya) sudah ada Facebook, lalu kita yang orang Indonesia membaca komentar orang dinegara lain :

1. "Konflik di Jawa adalah murni tentang perebutan wilayah, tak usah koar-koar lah, dinegara kita banyak masalah ngapain koar-koar masalah di Jawa"

2. "Indonesia itu tidak ada sebelumnya, wilayah itu adalah wilayah kekuasaan Belanda, sebelum dikuasai Jepang, karna Jepang sudah kalah perang maka wajar wilayah itu dikembalikan ke Belanda"

3. "Perang disana adalah perang abadi perebutan wilayah kekuasaan, tak usah ikut campur. mereka juga ingin perang kok"

4. "Salah extrimis-extrimis di Jawa itu, ngapain perang di dalam kota, jadinya banyak anak-anak yang mati, juga wanita. Perang di hutan dong jadi ga ada korban wanita dan anak-anak"

5. "Extrimis di Jawa sengaja perang disurabaya, biar bisa menjadikan anak - anak dan wanita tameng hidup menghadapi Belanda dan sekutu"

6. " Ya elahhh masa melawan peluru, pesawat tempur pake bambu runcing ya matiii"

7. "Ah yang perang cuma disurabaya kok karna extrimis surabaya pengen menguasai wilayah sana, di Sumatera orang masih santai aja mabok di lapo tuak, ini fotonya : sambil upload foto sebuah lapo tuak"

Sungguh saya akan terluka sekali membacanya :'(, Mesir adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan kita, Mufti Palestina Juga yang terdepan dalam mendukung dan mengakui kemerdekaan kita. kini hal yang serupa terjadi pada mereka, dulu mereka peduli pada kita, masa sekarang kita ga peduli pada perjuangan kemerdekaan mereka ?

Ini adalah perjuangan untuk merdeka sahabat.... semoga Palestina segera merdeka, dan tak ada lagi pertumpahan darah disana.

Tags: 
Kategory: